MAKALAH TENTANG SENI
Disusun oleh:
Nama : Dimas Aryadenata
Kelas : XI IPA 3
Nosis : 971
SMA NEGERI AGAM CENDEKIA
Jl. Raya muko-muko kec.
Tanjung raya
T.P. 2016/2017
KATA PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena sampai saat ini masih
memberikan rahmat nikmat serta hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “Seni”
ini dapat terselesaikan dengan baik.
Sholawat
serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. yang
berhasil mengubah corak hidup jahiliyah pada tatanan kehidupan bernafaskan
islam yang risalahnya sebagai suri tauladan bagi umat manusia.
Dalam
penulisan makalah ini, penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan baik isi maupun teknik penulisan. Oleh karena itu kritik, saran dan
pendapat dari pembaca kami sangat harapkan. Maksud dan tujuan penulisan karya
tulis ini adalah sebagai pemenuhan salah satu tugas mata pelajaran proyeksi.
Akhirnya
penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan serta
memperluas pengetahuan bagi penulis dan para pembaca umumnya.
Muko-Muko, 12
Agustus 2016
Penulis,
Dimas
Aryadenata
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................... 1
Daftar Isi........................................................................................................ 2
Bab I –
Pendahuluan
Latar Belakang...................................................................................... 3
Rumusan Masalah................................................................................. 3
Tujuan Penulisan................................................................................... 3
Manfaat Penulisan................................................................................ 4
Bab II
- Pembahasan
Pengertian Seni..................................................................................... 5
Macam-macam Seni
Seni Rupa.................................................................................... 5
Seni Musik................................................................................... 9
Seni Tari...................................................................................... 1 0
Seni Teater................................................................................... 1 1
Sifat Dasar Seni.................................................................................... 1 2
Fungsi dan Tujuan Seni........................................................................ 1 2
Apresiasi Seni....................................................................................... 1 3
Proyeksi ......... 1 4
Bab III
- Penutup
Kesimpulan........................................................................................... 2 0
Saran..................................................................................................... 2 0
Daftar Pustaka...................................................................................... 2 0
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perkembangan zaman era Globalisasi sekarang ini amatlah
pesatnya sehingga membuat kita sering takjub dengan segala penemuan-penemuan
baru disegala bidang. Penemuan-penemuan baru yang lebih banyak didominasi oleh
negara-negara Barat tersebut dapat kita simak dan saksikan melalui layar
televisi, koran, internet dan sebagainya yang sering membuat kita geleng-geleng
kepala sebagai orang Indonesia yang hanya bisa menikmati dan memakai penemuan
orang-orang Barat tersebut. Penemuan-penemuan baru tersebut merupakan sisi
positif yang dapat kita ambil dari negara-negara Barat itu sedangkan di
negara-negara Barat itu sendiri makin maju dan modern diiringi pula dengan bebasnya
mereka dalam bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sehingga
menjadi suatu kebiasaan yang membudaya.
Kebiasaan-kebiasaan orang Barat yang telah membudaya
tersebut hampir dapat kita saksikan setiap hari melalui media elektronik dan cetak
yang celakanya seni dan kebudayaan orang-orang Barat tersebut yang sifatnya
negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma-norma ke timuran kita
sehingga ditonton dan ditiru oleh orang-orang kita terutama para remaja yang
menginginkan kebebasan seperti orang-rang Barat. Seni dan Kebudayan-kebudayaan
Barat tersebut dapat kita mulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada
pergaulan dengan lawan jenis.
B.
Rumusan Masalah
Hal-hal yang akan penulis uraikan dalam penulisan makalah
tentang seni dan budaya indonesia yaitu:
1.
Apa pengertian dari Seni?
2.
Apa macam-macam Seni?
3.
Apa sifat dasar Seni?
4.
Apa fungsi dan tujuan Seni?
5.
Apa sudut pandang seni dan budaya Indonesia
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan Penulis membuat makalah tentang seni dan budaya di
Indonesia adalah untuk memenuhi dan
melengkapi tugas yang di berikan di mata Kuliah Seni Budaya. Selain itu tujuan
penulisan makalah ini di harapkan dapat menambah wawasan pembaca dan agar
masyarakat mau melestarikan seni dan kebudayaan di Indonesia yang telah di
warisi leluhur kita terdahulu kelak dikemudian hari.
D. Manfaat
Penulisan
Penulis membuat makalah tentang seni dan budaya Indonesia
ini manfaatnya yaitu agar kita dapat
mengenal seni dan kebudayaan kita lebih
dalam, dapat menambah pengetahuan kita serta melestarikan semua kebudayaan yang
ada di Negara kita.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Seni
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh
karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam
intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan
sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni adalah suatu cara dari diri
kita sendiri untuk mengekspresikan sesuatu, yang mungkin tidak dapat kita
ungkapkan dengan kata-kata dan bisa dengan musik, bisa dengan lukisan, bisa
dengan tarian sesuai dengan ciri khasnya.
Kata
“seni” adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun
dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata “sani”
yang artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Dalam bahasa Inggris dengan
istilah “ART” (artivisial) yang artinya adalah barang/atau karya dari sebuah
kegiatan.
Beberapa pendapat tentang pengertian
seni:
a.
Ensiklopedia Indonesia : Seni adalah
penciptaan benda atau segala hal yang karena kendahan bentuknya, orang senang
melihat dan mendengar.
b.
Aristoteles : seni adalah kemampuan
membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah
ditentukan oleh gagasan tertentu.
c.
Ki Hajar Dewantara : seni adalah
indah, menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup
perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia
lainnya.
d.
Akhdiat K. Mihardja : seni adalah
kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya, yang berkat
bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam
alam rohani sipenerimanya.
e.
Erich Kahler : seni adalah suatu
kegiatan manusia yang menjelajahi, menciptakan realitas itu dengan symbol atau
kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”.
B.
Macam–Macam Seni
Berikut ini adalah macam-macam seni yang akan saya jelaskan
secara umum :
a. Seni Rupa
Seni rupa adalah seni yang nampak oleh indra
penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa titik, garis, bidang
atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan tekstur.
Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan seni.
Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan seni.
Media berkarya
seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar. Beragam pilihan
media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai berikut.
a. Pensil, merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau
sketsa saja. Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial,yaitu H, B, dan
HB.
b. Konte, warnanya sangat hitam dan lunak. Cocok untuk membuat gambar potret
atau benda yang bertekstur halus.
c. Pastel
dan crayon, mempunyai bentuk dan bahan yang hampir sama, hanya berbeda
kandungan kapurnya. Warnanya cerah, cocok untuk teknik dussel atau arsir.
d.
Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara
drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak
daripada milipen. Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir.
e. Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan
bisa bergerak spontan. Tebaltipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat
penekananspidol pada bidang kertas.
f. Cat poster (poster colour) dan cat air (water colour), gambar yang
dihasilkan dari kedua media ini hampir sama, bedanya warna cat poster lebih
cerah.
g. Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya
pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas.
h. Cat minyak (acrylic), terdiri atas beragam warna yang disertai minyak
pengencernya. Cat minyak ini digunakan untukmelukis pada kain kanvas.
i. Kain kanvas dan spanram, merupakan satu kesatuan bahan. Kain kanvas menyatu
dengan spanram (bingkai kayu yang berguna untuk merentangkan kain). Kain kanvas
adalah bidang datar yang dibuat khusus untuk melukis.
j. Kuas, untuk cat minyak berambut lebih kaku daripada yang digunakan untuk
cat air. Bentuknya ada yang pipih, ada pula yang runcing dengan berbagai
ukuran.
k. Palet, merupakan bidang datar yang dibuat untuk mengolah cat. Palet untuk
cat air dibuat dari plastik, sedangkan untuk cat minyak terbuat dari kayu.
l. Komputer, merupakan media
berkarya yang dewasa ini telah populer. Teknologi digital saat ini memungkin-
kan untuk membuat teknik gambar yang beragam.
Media berkarya seni rupa tiga
dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik pembuatan
seni rupa tiga dimensi sebagai berikut
a. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung danrelief dengan bahan dasar kayudan batu.
a. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung danrelief dengan bahan dasar kayudan batu.
b. Teknik butsir, yaitu membentuk benda
dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan
dasar tanah liat.
c. Teknik cor, yaitu membuat karya seni
dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan
sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat
patung.
d. Teknik las, yaitu membuat karya seni
dengan cara menggabungkan bahan satu kebahan lain untuk mendapatkan bentuk
tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam.
e. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara
membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan
bahan dasar tanah liat dan semen.
Seni rupa dibedakan menurut
fungsi dan tujuannya :
a. Seni rupa murni (fine arts/pure arts)
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll.
a. Seni rupa murni (fine arts/pure arts)
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll.
b. Seni Rupa terapan (applied
arts/useful arts)
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.
Seni rupa dibedakan
berdasarkan bentuk :
a. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll.
a. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll.
b. Seni rupa 3 dimensi (trimatra) Karya seni rupa yang
disamping memiliki ukuran panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat
dilihat/dinikmati dari beberapa arah, seperti : patung, dekorasi, kerajinan
dll.
Cabang cabang seni rupa
1. Seni lukis
Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
2. Seni patung
Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.
Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.
3. Seni Grafis
Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
√Cetak Tinggi ( Relief Print )
wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
√Cetak Dalam ( Intaglio )
dry point, etsa, mizotint,sugartint
sablon ( silk screen )
√Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
√Cetak Tinggi ( Relief Print )
wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
√Cetak Dalam ( Intaglio )
dry point, etsa, mizotint,sugartint
sablon ( silk screen )
√Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
4. Seni keramik
Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional
Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional
Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur
yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Unsur-unsur itu terdiri dari :
1.Titik /Bintik
~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil.
Unsur-unsur itu terdiri dari :
1.Titik /Bintik
~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil.
2.Garis
~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Pengertian lain dari garis adalah kumpulan titik yang bertangkai.
~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Pengertian lain dari garis adalah kumpulan titik yang bertangkai.
3. Bidang
~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis.
~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis.
4.Bentuk
~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya.
~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya.
5. Ruang
~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara.
~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara.
6. Warna
~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.
~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.
7. Tekstur
~> Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu.
~> Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu.
Terdapat beberapa prinsip dalam
menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu:
1.Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.
1.Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.
2.Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.
3.Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.
4.Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.
5.Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur.
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur.
6.Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
7.Keserasian
Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.
Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.
8.Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
9.Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.
10.Aksentuasi
Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitamya.
Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitamya.
b.
Seni Musik
Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi
sebagai media penciptaannya.
Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu :
•Vocal, adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
•Instrument, adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
•Vocal, adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
•Instrument, adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
Teknik vocal adalah : cara memproduksi suara yang
baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan
nyaring.
Unsur-unsur teknik vocal :
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
– pernafasan dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
– pernafasan perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi,
karena akan cepat lelah.
– pernafasar diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan
untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya,
mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
Syarat-syarat terbentuknya
intonasi yang baik :
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.
Nada adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.sifat nada
ada 4 (empat):
1. Fitch yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. Durasi yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. Intensitas nada yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. Timbre yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.suara manusia ada
1. Fitch yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. Durasi yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. Intensitas nada yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. Timbre yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.suara manusia ada
5, yaitu:
1. Suara
wanita dewasa:
– sopran (suara tinggi wanita)
– messo sopran (suara sedang wanita)
– alto (suara rendah wanita)
2.suara pria dewasa :
– tenor (suara tinggi pria)
– bariton (suara sedang pria)
– bas (suara rendah pria)
– sopran (suara tinggi wanita)
– messo sopran (suara sedang wanita)
– alto (suara rendah wanita)
2.suara pria dewasa :
– tenor (suara tinggi pria)
– bariton (suara sedang pria)
– bas (suara rendah pria)
c.
Seni Tari
Tari merupakan perpaduan antara wiraga,wirasa,dan wirama atau seni yang
dihasilkan dari gerak mimic dan enak dipandang, umumnya tariannya diiringi
dengan music.
Bentuk Penyajian Tari
1. Tari Tunggal, tari yang dimainkan oleh seorang orang
penari
2. Tari Berpasangan, tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi
3. Tari Massal, tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi
4. Drama Tari
2. Tari Berpasangan, tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi
3. Tari Massal, tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi
4. Drama Tari
Unsur unsur Seni Tari
1. Wiraga, yaitu dasar
keterampilangerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan
jari-jari tangan,pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan
kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan
pergelangan kaki.
2. Wirama, yaitu suatu pola pengaturan
dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian.
Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas.
3.
Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang
diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan
keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan lain-lain agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah,
maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut.
d.
Seni
Teater
Teater berasal dari bahasa Yunani, yaitu theatron yang asal
katanya theomai yang berarti “takjub melihat atau memandang”. Dalam
perkembangannya, teater memiliki beberapa pengertian sebagai berikut.
1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada zaman Plato).
2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada zaman Herodotus).
3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukan atau karangan yang dipentaskan.
Teater bisa diartikan dengan dua cara,yaitu dalam arti sempit dan arti luas.
1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagai drama (kisah hidup atau kehidupan manusia baik fiktif maupun nyata) yang diceritakan dan dipentaskan di atas panggung/pentas, kemudian didiskusikan olehorang banyak yang mengacu pada panduan teks/naskah.
2. Dalam arti luas, teater adalah segala macam pertunjukan atau tontonan yang dipertunjukkan di depan khalayak ramai.
1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada zaman Plato).
2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada zaman Herodotus).
3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukan atau karangan yang dipentaskan.
Teater bisa diartikan dengan dua cara,yaitu dalam arti sempit dan arti luas.
1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagai drama (kisah hidup atau kehidupan manusia baik fiktif maupun nyata) yang diceritakan dan dipentaskan di atas panggung/pentas, kemudian didiskusikan olehorang banyak yang mengacu pada panduan teks/naskah.
2. Dalam arti luas, teater adalah segala macam pertunjukan atau tontonan yang dipertunjukkan di depan khalayak ramai.
Unsur-unsur dalam teater antara lain
:
1. Skenario, merupakan naskah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya.
2. Pemain, merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film biasa disebut aktris/aktor
.• Macam-macam peran:
a. Peran Utama, yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah
b. Peran Pembantu, yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian
c. Peran Tambahan/Figuran, yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana
3.Sutradara, merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.
4. Properti, merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan dramaatau film.
6. Penataan, seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain:
a. Tata Rias, adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan
b. Tata Busana, adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki.
c. Tata Lampu, adalah pencahayaan dipanggung
d. Tata Suara, adalah pengaturan pengeras suara
7. Penonton, adalah undur dalam pementasan teater karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagai evaluator dari karyanya.
1. Skenario, merupakan naskah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya.
2. Pemain, merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film biasa disebut aktris/aktor
.• Macam-macam peran:
a. Peran Utama, yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah
b. Peran Pembantu, yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian
c. Peran Tambahan/Figuran, yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana
3.Sutradara, merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.
4. Properti, merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan dramaatau film.
6. Penataan, seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain:
a. Tata Rias, adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan
b. Tata Busana, adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki.
c. Tata Lampu, adalah pencahayaan dipanggung
d. Tata Suara, adalah pengaturan pengeras suara
7. Penonton, adalah undur dalam pementasan teater karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagai evaluator dari karyanya.
C. Sifat Dasar Seni
Terdapat
5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (The Liang Gie, 1976) yang meliputi :
a.
Sifat kreatif dari seni. Seni
merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru.
b.
Sifat individualitas dari seni.
Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri
personal, Subyektif dan individual.
c.
Nilai ekspresi atau perasaan. Dalam
mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran
perasaan estetis. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya
seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati, memahami dan mengapresiasi
karya tersebut dengan perasaannya.
d.
Keabadian sebab seni dapat hidup
sepanjang masa. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan
diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh
waktu.
e.
Semesta atau universal sebab seni
berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Seni tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan masyarakat. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini
orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan
perkembangan masyarakatnya.
D. Fungsi dan Tujuan Seni
a.
Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni sebagi pesan religi atau keagamaan. Contoh
: kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagu-lago rohani Seni yang digunakan
untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran, kematian,
ataupun pernikahan. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali
yakni gamelan Luwang, Angklung, dan Gambang. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok
Ngorek, Monggang, dan Ageng.
b.
Fungsi Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. Contoh :
Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama, Angklung dan Gamelan juga
bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial,
kerjasama, dan disiplin. Pelajaran menggunakan bantuan karya seni. Contoh :
gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau dokumenter, poster, lagu
anak-anak, alat peraga IPA.
c.
Fungsi Komunikasi
Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi seperti
pesan, kritik sosial, kebijakan, gagasan, dan memperkenalkan produk kepada
masyarakat. Melalui media seni tertentu seperti, wayang kulit, wayang orang dan
seni teater, dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan, poster, drama
komedi, dan reklame.
d.
Fungsi Rekreasi/Hiburan
Seni yang berfungsi sebagai sarana melepas kejenuhan
atau mengurangi kesedihan, Sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau
mengandung hiburan, kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun
dengan kesenian lain.
e. Fungsi Artistik
Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman
dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, misalnya terdapat
pada musik kontemporer, tari kontemporer, dan seni rupa kontemporer, tidak bias
dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati para seniman dan
komunitasnya.
f.
Fungsi Guna (seni terapan)
Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan
kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni,
sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek
kegunaan, hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. Contoh :
Kriya, karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/peralatan rumah
tangga yang berasal dai gerabah dan rotan.
g.
Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi)
Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun
medis dapat distimulasi melalui terapi musik, jenis musik
disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Terapi musik telah terbukti
mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis
trauma pada suatu kejadian, dan lain-lain. Menurut Siegel (1999) menyatakan
bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat
merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. Menurut Gregorian bahwa
gamelandapat mempertajam pikiran.
E.
Apresiasi Seni
Apresiasi Seni adalah
menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek
atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti
dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai
karya-karya tersebut dengan semestinya. Effendi.S.E, mengungkapkan bahwa
apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian, penghargaan,
kepekaan untuk mencermatikelebihan dan kekurangan terhadap karya.
Kegiatan
apresiasi meliputi :
a.
Persepsi
Kegiatan
mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia,
misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di
Indonesia, baik tradisi, maupun moderen Pada kegiatan persepsi kita dapat
mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.
b. Pengetahuan
Pemberian
pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang
diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di
masing-masingbidang seni.
c. Pengertian
Membantu
menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam
kemampuannya dalam merasakan musik.
d. Analisis
Mendeskripsikan
salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.
e. Penilaian
Melakukan
penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif
maupun obyektif.
f. Apresiasi
Menurut
Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1).
pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). Pendekatan problematik.
Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri
macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara
menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan
problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat
akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal
ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang
berbeda.
F.
Proyeksi
Kata proyeksi
secara umum berarti bayangan. Gambar proyeksi berarti gambar bayangan suatu
benda yang berasal dari benda nyata atau imajiner yang dituangkan dalam bidang
gambar menurut cara-cara tertentu. Cara-cara
tersebut berkenaan dengan arah garis pemroyeksi yang meliputi sejajar (paralel)
dan memusat (sentral). Arah yang sejajar terdiri atas sejajar tegak lurus
terhadap bidang gambar dan sejajar akan tetapi miring terhadap bidang gambar.
Berdasarkan arah garis pemroyeksi
tersebut dikenal berbagai jenis gambar proyeksi. Garis pemroyeksi yang sejajar
tegak lurus terhadap bidang gambar menghasilkan gambar proyeksi orthogonal yang
terdiri dari proyeksi Eropa, proyeksi Amerika, dan proyeksi Aksonometri. Garis
pemroyeksi yang sejajar tetapi miring terhadap bidang gambar menghasilkan
proyeksi Oblik (miring). Sementara garis pemroyeksi yang memusat (sentral)
terhadap bidang gambar menghasilkan gambar perspektif.

Gb.1. Contoh pandangan sejajar
tegak
Secara umum berbagai jenis gambar
proyeksi dan perspektif tersebut difungsikan sebagai sarana komunikasi dalam
bentuk pictorial. Benda kongkret yang ada, misalnya meja atau kursi,
digambarkan sedemikian rupa sehingga dipahami oleh orang lain. Benda imajiner
(khayalan penggambar), misalnya meja atau kursi yang sebelumnya tidak ada
digambarkan sedemikian rupa sehingga dipahami oleh orang lain misalnya tukang
atau pemesan. Gambar proyeksi dan perspektif lebih banyak menampilkan benda
imajiner, oleh karena itu sangat bermanfaat dalam bidang perencanaan.
1. Proyeksi Ortogonal (Eropa)
Penampilan gambar proyeksi Eropa
relative sederhana dibandingkan dengan yang lain. Gambar ini menampilkan
pandangan atas, depan (muka), dan samping. Oleh karena itu proyeksi Eropa
sangat tepat digunakan untuk kepentingan perancangan mebel atau desain produk.
Sistem gambar proyeksi Eropa
dihasilkan dari pemroyeksian pada ruang atau sudut pertama (first angel). Oleh karena itu
proyeksi Eropa sering disebut proyeksi “Kuadran Pertama” atau “Kuadran I”. Ruang atau sudut penampilan tersebut berbentuk tiga dimensi,
yang terdiri atas 3 bidang, yakni bidang I, II, dan III. Bidang I berfungsi
untuk menampilkan bayangan benada tampak dari atas, bidang II untuk bayangan
benda tampak depan, dan bidang III untuk bayangan benda tampak dari samping
kiri. Oleh karena itu
proyeksi Eropa sering dikelompokkan dalam proyeksi multiview (tampak ganda).
Jika
diperhatikan sistem proyeksi Eropa ini menempatkan posisi benda/obyek yang
digambar berada di antara titik pengamat (proyektor) dan proyeksi benda. Jika
diurutkan maka posisi tersebut adalah pengamat, objek, dan gambar proyeksi.
Posisi pengamat terhadap bidang gambar adalah tegak lurus. Di samping itu,
masing-masing garis pemroyeksi yang merupakan hubungan dari titik pengamat dan
benda sehingga menghasilkan proyeksi tersebut adalah sejajar sesamanya.
Ruang / sudut
yang berbentuk tiga dimensi ini diubah sedemikian rupa menjadi dua dimensi.
Dengan kata lain diubah menjadi bidang datar sehingga dapat dituangkan ke dalam
bidang atau kertas gambar. Perubahan sudut / ruang tersebut dapat dilihat dalam
gambar berikut:

Gb.2. Konstruksi
ruang dalam proyeksi Eropa


Gb.3. Ruang
dalam proyeksi Eropa yang dibentangkan menjadi bidang datar.

Gb 4. Sumbu
proyeksi Eropa yang terbentuk karena rebahan ruang.

Gb. 5. Contoh
cara memproyeksikan sebuah titik.

Gb.6. Contoh
benda berupa kubus yang diproyeksikan dengan cara Eropa.
2. Proyeksi Aksonometri
Proyeksi
Aksonometri tergolong jenis proyeksi sejajar (paralel) dan juga tegak
(ortogonal). Perbedaannya dengan proyeksi Eropa terutama adalah dalam
penampilan tampak. Dalam proyeksi Aksonometri diupayakan untuk penampilan
tampak atas, depan, dan samping dalam satu kesatuan gambar tidak seperti dalam
proyeksi Eropa yang terpisah oleh bidang-bidang. Gambar proyeksi Aksonometri
menampilkan objek gambar baik yang kongkret maupun imajiner ke dalam bayangan
tiga dimensi, oleh karena itu aksonometri tergolong jenis proyeksi piktorial.
Jenis proyeksi
Aksonometri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a.Proyeksi Isometri
Proyeksi
isometri adalah jenis proyeksi aksonometri berpenampilan tiga dimensi atau
piktorial dengan besaran sudut masing-masing 120 0, dan perbadingan
masing-masing ukuran tinggi, panjang, dan dalam yaitu 1:1:1. Besar sudut sumbu
1200 dapat digunakan alternatif dibuat sudut 300 terhadap
horisontal (baik sudut kanan maupun kiri)

Gb.7. Tampilan
gambar isometri.
b. Proyeksi Dimetri
Penggunaan
isometri seringkali menyebabkan distorsi pada gambar yang ditampilkan, dan
garis-garis yang berimpit. Kelemahan ini dapat ditanggulangi dengan proyeksi
dimetri. Dimetri artinya ada dua jurusan sumbu yang sama panjang. Pada dimetri
perbandingan yang sama terdapat pada dimensi tinggi dan panjang. Perbandingan
yang lazim digunakan yaitu 2:2:1 atau 3:3:1 Perbandingan ini diikuti dengan
konsekuensi pada sudut objek yang digambar terhadap garis horizon yaitu 41,4
derajat untuk sudut sebelah kanan dan 7,2 derajat untuk sudut sebelah kiri.

Gb. 8. Tampilan
gambar dimetri.
c.
Trimetri
Penggunaan proyeksi dimetri ternyata
dirasakan banyak terjadi distorsi, oleh karena itu ukuran kedua rusuk/sumbu
salah satunya (rusuk panjang) perlu dipendekkan, sehingga perbandingan yang sering
digunakan adalah 10:9:5 atau 6:5:4.

Gb. 9. Tampilan gambar Trimetri.
Sistem gambar perspektif linear
yaitu cara menggambar dengan menggunakan garis-garis yang memusat pada suatu
titik lenyap. Sistem gambar perspektif linear dibagi dalam tiga cara, yaitu:
1.
Perspektif satu titik lenyap (one point perspective).
Sistem perspektif ini digunakan
untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relative dekat dengan mata. Letak
obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit,
sehingga garis-garis batas benda akan menuju pada satu titik lenyap (titik
hilang), kecuali bila sejajar dengan garis horizontal dan tegak lurus
terhadapnya.
2.
Perspektif dua titik lenyap (two point perspective).
Sistem perspektif ini digunakan
untuk menggambar obyek (benda) yang terletak agak jauh dari mata, serta berada
tidak jauh di bawah atau di atas garis horizontal. Karena letak benda berjauhan
dari mata, sehingga mata memiliki sudut pandang yang lebih lebar, sehingga
garis-garis batas benda yang tidak sejajar dengan garis horizontal maupun garis
vertical akan menuju pada titik lenyap masing-masing (A/B).
3.
Perspektif tiga titik lenyap atau lebih (three point perspective).
Sistem perspektif ini digunakan
untuk menggambar obyek (benda) yang terletak agak jauh dari mata, serta jauh di
atas atau dibawah garis horizontal. Karena letah benda jauh di atas atau di
bawah garis horizontal maka sudut pandang mata melebar ke segala arah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penulisan makalah ini dapat
disimpulkan bahwa seni adalah barang/atau karya dari sebuah kegiatan, sedangkan
Budaya adalah cara hidup suatu bangsa atau umat yang tidak lagi dilihat sebagai
pancaran ilmu dan pemikiran yang tinggi dan murni dari sesuatu bangsa untuk
mengatur kehidupan berasaskan peradaban.
B. Saran
Penulis
hanya bisa memberi saran kepada pembaca bahwasanya seni dan budaya masih
sangatlah dibutuhkan karna hidup tanpa
seni tak akan indah dan hidup tanpa mengenal budaya sering kali terjerumus
kearah yang menjurangkan kehidupan.
Di
dalam makalah ini mungkin ada kesalahan dan kekurangan oleh karena itu penulis pun
meminta agar kiranya pembaca juga memberi kritik dan sarannya agar kiranya
makalah ini bisa menjadi lebih sempurna lagi.
C. Daftar
Pustaka


